Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
MANCANEGARA

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah, Menjadi Muslim Pertama yang Terpilih sebagai Senator Amerika Serikat

2
×

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah, Menjadi Muslim Pertama yang Terpilih sebagai Senator Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AS | Topik Utama –  Sejarah baru tercipta dalam perpolitikan Amerika Serikat. Abdul El-Sayed, politikus Partai Demokrat berusia 42 tahun, berhasil memenangkan pemilihan Senat Amerika Serikat dari Negara Bagian Michigan setelah mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Rogers.

Kemenangan tersebut menjadikan El-Sayed sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat. Hasil ini sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi keterwakilan komunitas Muslim dalam lembaga legislatif tertinggi di negara tersebut.

Example 300x600

Dikutip dari laporan Reuters, Associated Press, dan The Guardian, Rabu (4/11/2026), El-Sayed merupakan seorang dokter, ahli epidemiologi, sekaligus mantan pejabat kesehatan masyarakat di Michigan. Ia merupakan putra imigran asal Mesir yang berhasil menorehkan sejarah melalui kontestasi politik di negara bagian tersebut.

Selama masa kampanye, El-Sayed mengusung sejumlah agenda progresif, antara lain penerapan sistem jaminan kesehatan universal melalui program *Medicare for All*, pembatasan pengaruh korporasi dalam kebijakan publik, serta penghentian bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel.

Sikap politiknya terhadap kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah menjadi salah satu isu yang cukup menonjol selama kampanye. El-Sayed secara terbuka mengkritik dukungan militer Washington kepada Israel, terutama di tengah situasi kemanusiaan di Gaza.

Namun, perjalanan politiknya tidak berlangsung tanpa kontroversi. Presiden Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik melontarkan serangan politik terhadap El-Sayed, termasuk mempertanyakan identitas dan latar belakang keagamaannya.

Trump bahkan pernah menyebut El-Sayed sebagai seorang “jihadist” yang membenci Amerika Serikat. Serangan tersebut memicu kritik dari sejumlah pihak yang menilai isu agama dan identitas digunakan sebagai instrumen dalam persaingan politik.

Di tengah berbagai serangan tersebut, El-Sayed tetap melanjutkan kampanyenya dengan mengangkat persoalan biaya hidup, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta penggunaan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat Amerika.

Momen menarik juga terjadi ketika El-Sayed menyinggung Wakil Presiden JD Vance dalam pidato kemenangannya. Sebagai Wakil Presiden, Vance secara konstitusional memiliki kewenangan memimpin persidangan Senat dan mengambil bagian dalam prosesi pengambilan sumpah anggota baru.

Dengan nada sindiran, El-Sayed menyampaikan kepada Vance:

“JD, habibi, ada ironi yang menarik bahwa secara konstitusional Anda berkewajiban mengambil sumpah saya pada Januari.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian dalam pidato kemenangannya.

Peristiwa ini juga menjadi bagian penting dari sejarah representasi masyarakat Muslim dalam demokrasi Amerika Serikat, sekaligus memperlihatkan dinamika politik yang terus berkembang di negara tersebut.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!