Masohi | Topik-Utama.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menerima dukungan anggaran sebesar Rp13 miliar melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui sejumlah program pemberdayaan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan *demonstration plot* (demplot) pada 77 desa, investasi bagi 14 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pembangunan Rumah Inovasi Teknologi Desa pada empat kawasan BUMDes.
Program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mendorong produktivitas masyarakat, mengembangkan potensi unggulan desa, sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi di tingkat desa.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, berharap dukungan anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan ekonomi desa perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan usaha masyarakat, serta penciptaan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
Melalui Program TEKAD, pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong desa-desa agar lebih mandiri dalam mengelola potensi sumber daya yang dimiliki.
Keberhasilan program ini tentunya membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola BUMDes, kelompok usaha, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dengan dukungan anggaran Rp13 miliar tersebut, pengembangan ekonomi desa di Maluku Tengah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan pemberian bantuan, tetapi juga mampu menciptakan kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.
Bersama membangun desa, memperkuat ekonomi rakyat, menuju Maluku Tengah Bangkit









